Text
Kawin Campur: Beda Agama dan Beda Gereja
Salah satu soal dalam masyarakat majemuk yang dihadapi kaum muda, terutama gadis katolik, ialah mendapat teman hidup seiman. Penghayatan hidup perkawinan dan hidup iman dapat saling mempengaruhi. Penghayatan hidup perkawinan yang tak selalu mudah dapat didukung oleh penghayatan iman yang sama. Demikian pula penghaytan iman yang tak selalu mudah dapat didukung kesatuan dalam perkawinan. Maka dapat dipahami bila gereja lebih mendukung perkawinan seiman, Tetapi Gereja juga realistis; pengaruh positif timbal balik itu tidak otomatis, dan selain itu tidak selalu mudah mendapat teman hidup seiman, sedangkan hak nikah itu termasuk hak azasi manusia, maka gereja juga membuka pintu untuk perkawinan campur (beda gereja dan beda agama). Buku ini dimaksudkan untuk memperdalam pemahaman mengenai kawin campur, baik bagi mereka yang aktual bersangkutan, maupun para pembina yang mendampingi kaum muda dalam proses penegasan menuju pengambilan keputusan yang tepat.
| B007581 | 295.417 Go k | Perpustakaan STFSP - A (B3) | Tersedia |
| B007582 | 295.417 Go k | Perpustakaan STFSP - A (B3) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain