Text
Perempuan Tidak Wajib Shalat Jum'at Mengapa? Menggugat Tabu tidak diwajibkannya Shalat Jum'at bagi Perempuan
Hampir sepanjang sejarah Islam, kaum perempuan ditempatkan pada posisi interior sementara kaum laki-laki berada pada posisi superior. Padahal al-qur'an dan Sunnah Nabi menempatkan posisi perempuan setara dengan laki-laki, termasuk dalam hal beribadah dan beramal saleh guna meraih ke-taqwa-an kepada Allah SWT. Tindakan kontroversial Amina Wadud yang sangat menghebohkan dunia terjadi pada tanggal 18 Maret 2005, ketika ia menjadi khatib dan sekaligus imam shalat Jum'at yang diikuti sekitar 100 orang jama'ah laki-laki dan perempuan di kota New York. Amina Wadud mendobrak tradisi yang selama ini tabu untuk dilakukan. Bagi kaum intelektual tertentu di kalangan muslim, tindakan Amina Wadud itu bukan hal yang asing. Pro dan kontra yang menjadi kegelisahan Amina Wadud adalah permasalahan yang patut didengar dan kemudian dikaji secara fair, obyektif dan terbuka karena akan menjadi sumbangan yang cukup berharga bagi khazanah dan wawasan keilmuan Islam.
| B004369 | 237.3 Wil p | Perpustakaan STFSP - A (B1) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain