Text
Militansi dan Toleransi" Refleksi Teologis atas Rahmat Sakramen Baptis
Bahwa orang beragama menganggap agamanya yang paling benar tidak usah mengherankan kita. Dalam pergaulan antar umat beriman sering terjadi saling curiga dan saling "mengkafirkan" di antar kelompok-kelompok penganut agama. Para pemeluk agama adalah sah untuk mengklaim bahwa agama yang diyakini adalah yang paling benar. Dan kalau demikian, maka secara logis harus disimpulkan bahwa agama orang lain adalah tidak benar untuk dia. Karena baginya, hanya agamanyalah yang paling benar. Kalau tidak demikian, maka tentu saja ia akan pindah. Sikap ini mungkin lebih tepat disebut militansi, bukan fanatisme. Militansi masih terbuka bagi toleransi, sedangkan fanatisme sama sekali tidak ada ruang bagi toleransi.
| B004011 | 235.1 Suj m | Perpustakaan STFSP - A (B1) | Tersedia |
| B004012 | 235.1 Suj m | Perpustakaan STFSP - A (B1) | Tersedia |
| B004013 | 235.1 Suj m | Perpustakaan STFSP - A (B1) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain