Text
Firman Menjadi Manusia: Refleksi Historis-Sistematis Mengenai Yesus Kristus dan Allah Tritunggal
Film The Passion of Christ arahan Mel Gibson, menunjukkan bahwa kisah Yesus Kristus dari Nazaret merupakan kisah yang selalu menarik untuk disimak. Film ini memberikan tekanan pada penderitaan Yesus, yang dicoba digambarkan sedekat mungkin fengan yang terjadi pada Yesus sendiri. Tak pelak, film ini mengundang simpati, membuat orang terharu, bahkan ada yang merasa harus bertobat setelah melihat film ini. Ada juga yang tidak mampu melihat film ini, karena penggambaran penderitaan Yesus begitu menditail dan mengerikan. Tetapi film ini dapat menumbuhkan protes dari orang-orang Yahudi, karena film ini dapat menumbuhkan sentimen anti semit. Mungkin dapat dikatakan, toh ini sekedar film, tetapi film mengenai Yesus Kristus mau tidak mau mengundang orang untuk berefleksi mengenai siapa Dia, dan mungkin menggerakkan orang untuk berbuat sesuatu pula. Buku ini juga ingin mengundang kita untuk merefleksikan siapa Yesus dan Allah Tritunggal melalui penelusuran sejarah. Berbicara mengenai Yesus selalu terkait dengan hubungan dengan Allah, maka buku ini sekaligus menampilkan persoalan Kristologi Allah Tritunggal. Semoga buku ini mampu memberikan sumbangan bagi pengembangan teologoi Indonesia masa kini dengan menawarkan suatu dialog dengan tradisi iman Gereja.
| B003853 | 231.2 Pur f | Perpustakaan STFSP - A (B1) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain