Text
Romo Mangun di Mata Para Sahabat
"Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang". Manusia mati meninggalkan nama. Romo Mangun mati meninggalkan makna. Buku ini memuat kenangan sekaligus menghadirkan kembali sejuta mutiara makna pandangan hidup, keberpihakan, dan perjuangan Romo Mangun melalui kesaksian para sahabat. Mereka menyebutnya manusia multidimensi: rohaniwan, sastrawan, budayawan, intelktual, arsitek, guru bangsa, bapak bangsa, hati nurani bangsa, "nabi" masa kini, pejuang keadilan, pejuang kemanusiaan, dan lain-lain. Sebutan-sebutan yang diberikan itu tentu ada alasannya, dan diuraikan dalam buku ini.
| B003828 | 230.6 Man r | Perpustakaan STFSP - A (B1) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain