Text
Menyebrangi Sungai Air Mata. Kisah tragis tapol'65 dan upaya rekonsiliasi
Membaca tulisab ini serupa dengan menyaksikan bunga-bunga taman aneka warna, yang sanggup menerbangkan imaji kita pada seraut wajah yang rupawan, yaitu Tuhan. Kita disuguhi suatu kesadaran untuk memusatkan diri pada satu titik kepasrahan dan ketulusan terhadap yang Muara Agung, seperti tersirat dalam kata-katanya, "dari para survivor aku belajar beriman, belajar berpasrah dan rendah hati di hadapan Allah, belajar berharap dan percaya pada-Nya meski aku berhadapan dengan penderitaan dan kejahatan".
| B003737 | 230.132 Sum m | Perpustakaan STFSP - A (B1) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain