Text
Relativitas Kebenaran Agama: Kritik dan Dialog
Kebenaran agama tidak pernah berada dalam bentuk yang tetap. Kebenaran, sebagaimana hal-hal lain, terwujud dalam kesementaraan dan partikulasi rasionalitas manusia. Kebenaran adalah minimalisasi "Yang Benar", yang bersifat universal, bukan milik kelompok tertentu, lantaran tidak pernah ada monopoli kebenaran tanpa yang lainnya, sebagaimana tidak mungkin sebuah school of thought mengklaim dirinya sebagai satu-satunya pembentuk ilmu pengetahuan. Kebenaran selalu berada dalam ungkapan, "Tidak ada sesuatu pun yang dapat dibenarkan atau disalahkan!" Buku ini juga membedah wacana liberalisme, demokrasi, kritisisme, dialogisme, Westernisasi dan sikoanalisa Sigmund Freud dalam kaitannya dengan normativitas al-Qur'an.
| B003397 | 193 Har r | Perpustakaan STFSP - A (A2) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain